Renungan jelang akhir Ramadhan ………..
Berbuka dengan Yang Manis, ……. Demikian sebuah jingle iklan yang biasa kita dengar setiap bulan Ramadhan tiba. Boleh jadi hampir setiap hari selama Ramadhan ini kita sudah beriftor=membatalkan puasa kita sesuai dengan sunnah Rasul Muhammad saw. Tetapi di bulan yang penuh keberkahan ini, saat pahala dilipatgandakan pernahkah terpikitrkan oleh kita, bagaimana orang tua kita di seberang sana, saudara kandung kita, para keponakan, uwa, mamang, bibi, pakde dan semua orang yang masih satu garis keturunan dengan kita, bagaimana mereka membatalkan puasanya …….!!!
Selain orang-orang yang masih satu nasab dengan kita, pernahkah juga terpikirkan oleh kita bagaiman para tetangga, yatim piatu dilingkungan kita, dan para dhu’afa berbuka dari puasa yang sudah menjadi tradisi keseharian mereka
Ya Allah, seandainya Ramadhan ini bisa berlanjut setiap harinya, setiap minggunya dan setiap bulannya, jadikanlah Ya Allah setiap hari yang kami lalui adalah Ramadhan-ramadhan dalam kehidupan kami…….!!!
Akan tetapi sudah menjadi sunnah Allah bahwa berputarnya bumi ini maka bergantilah hari, minggu dan bulan. Maka ketika matahari ramadhan terbenam, sampailah kita pada malam penuh kemenangan dan hari yang dijanjikan kita menjadi fitri kembali ……
Syawal sudah tiba, Ramadhan, puasa, tarawih, zakat fitrah telah berlalu seiring berjalannya waktu …. Kembali kita pada kehidupan normal kita sebagai manusia. Bagi yang mendapat keberkahan Ramadhan, kehidupannya kemudian menjadi semakin dekat dengan Allah. Bagi orang yang menjadikan amadhan hanya sekedar kewajiban yang harus di lalui, kehidupan kembali seperti sebelum Ramadhan. Dimanakah kita pada saat nanti Ramadhan selesai berada …. ???
Masihkah kita ingat kepada orang-orang yang segaris keturunan dengan kita ??? masihkah kita ingat dengan tetangga dan para yatim serta dhu’afa yang melanjutkan puasanya setalah selesai Ramadhan ini ….
Oh Ya Allah ternyata sedekah dan infaqku sudah dan sudah aku habiskan di bulan Ramadhan lalu … Mereka semua sudah aku kenyangkan dengan nasi kotakku, sudah aku penuhi kantongnya dengan amplop berisi uang dariku yang mereka jadikan untuk membayar SPP sekolah mereka dan aku pernah duduk bersama mereka ketika berbuka puasa di Ramadhan lalu ….
Ingatkah kita ……. Hidup mereka terus berjalan seperti hidup kita, mereka dan kita tidak hanya hidup di bulan Ramadhan. Masih ada 11 bulan ke depan hingga bertemu dengan Ramadhan kembali…..
Haruskah mereka memanan lapar dan hausnya sampai 11 bulan lagi …? Haruskah mereka berbuka / iftor dari puasa mereka 11 bulan lagi …??? Ketika tangan kami, uang kami baru bisa kami berikan, kami zakatkan, kami infaqkan dan kami sedekahkan di saat Ramadhan yang akan datang, karena kami mengharap pahala yang berlipat dari Engkau …. Salahkah kami berpikir dan bertindak seperti ini ….. ???
Ya Allah, kuatkanlah pikiran kami untuk selalu mengingat mereka ….
Ya Rabb, ringankanlah tangan kami untuk selalu membantu mereka …
Ya Rozaq, berilah kami ezeki untuk bisa berbagi dengan mereka …
Bukan hanya di bulan Ramadhan saja, tapi juga sepanjang Engkau masih memberikan amanah hidup ini kepada kami ….
Ya Allah berikanlah kami petunjuk-Mu …. Amin Ya Robbal ‘Alamin.